Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Menyambung Kabel dengan Aman dan Rapi

Hai sobat pinterotomotif, Pernah kan menyambung kabel? entah untuka variasi atau perbaikan jalur kelistrikan yang rusak. Kita tidak boleh asal-asalan dalam menyambngnya karena jika kurang baik bisa mengakibatkan panas dan percikan apai yang berbahaya.

Penyambungan yang baik akan menghantarkan arus listrik dengan baik pula dan berlaku sebaliknya. 

Bagaiamana caranya?

Pertama siapkan alat alatnya, gunting, korek dan isolasi bakar. dan tentu saja kabel yang akan disambung. Penggunaan isolasi hitam memang bisa dijadiin alternatif, tapi seiring berjalannya waktu biasanya kekuatan rekat nya berkurang dan akhirnya terlepas menyebabkan kabel terbuka. selain itu kerapiannya juga kurang enak dilihat.
menyambung kabel

Kelupas kulit pembungkus kabelnya sekitar 1 cm pada masing masing ujung kabelnya,
Masukkan isolasi bakar ke salah satu kabel,
Sambung kedua ujung kabel tadi dengan cara memelintir seperti mengepang rambut, bisa juga adengan di solder, ini lebih baik, Setelah dirasa sambungannya kuat,

menyambung kabel isolasi bakar

Geser isolasi bakar tadi ke tengah sambungan, 
Panaskan hingga menyesuaikan dengan kabelnya. dan selesai.

Perbedaan Accu Kering Vs Accu Basah

Accu merupakan kompone utama pada kelistrikan pada jaman now, terutama yang sudah injeksi ataupun yang menggunakan sitem full DC.

Kebanyakan sepeda motor sekarang sudah menggunakan accu type kering.

Nah apa si perbedaan keduanya.?
Dilansir di kompasotomotif,  
Menurut Agustono Santoso, Area Manager Yuasa Battery Indonesia, ada pemahaman berbeda dari penyebutan aki kering di masyarakat. Ia menjelaskan, pada dasarnya semua jenis aki (kering dan basah) tetap menggunakan cairan elektroda (biasa disebut air aki), namun pada model kering lebih padat berbentuk gel.
Accu/Aki Kering


“Pada aki kering tetap ada air aki, tapi diisi langsung dari pabrik. Bedanya, kebanyakan separator aki kering bentuknya seperti kapas, sederhananya seperti popok. Jadi walaupun terguncang, terbalik atas-bawah, tidak akan tumpah seperti aki basah,” jelas Agus kepada KompasOtomotif, di Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Aki kering merupakan pengembangan dari aki basah, kelebihannya minim perawatan, namun konsekuensi lebih mahal. Untuk iklim tropis dengan temperatur udara cenderung panas seperti Indonesia, ditambah kondisi bersuhu tinggi di ruang mesin, membuat air aki lebih cepat menguap seiring pemakaian.
Pada aki kering, cairan tetap menguap, namun sirkulasinya tidak banyak bocor ke luar. Di lain sisi, penguapan pada aki basah bisa diantisipasi dengan mengisi air aki yang hilang. “Penguapan di aki kering tetap terjadi namun minim, akan habis dalam waktu setahun sampai satu setengah tahun. Maka dari itu kami menyebutnya maintenance free,” ujar Agus.
Accu/Aki Basah

Biasanya pada aki basah, kondisi air aki bisa diukur dari batas upperlevel dan lower level. Pada aki kering parameter seperti itu tidak lagi dibutuhkan. Lubang-lubang tempat pengisian ulang air aki pun kini sudah tidak ada.
Kelebihan aki kering, sekali pakai dibiarkan saja sampai rusak, lalu diganti. “Pada dasarnya lebih awet aki basah, lebih menyesuaikan dengan kondisi Indonesia karena penguapan pada aki juga dibutuhkan. Aki kering dibuat untuk menyederhanakan perawatan,” tutup Agus.
Jika ditanya mana yang lebih baik antara aki kering dan aki basah, itu tergantung pilihan anda, keduanya sama-sama bagus dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. menurut jagat otomotif,:
Aki basah
Kalau soal body, aki basah hampir sama dengan aki kering, tetapi biasanya aki basah di desain lebih transparan agar pengguna dapat melihat kondisi sel dan ketinggian air aki, apakah masih layak digunakan atau tidak. Ada juga penanda garis batas untuk ketinggian air aki agar memudahkan pengguna kapan harus mengisi air aki. Soal harga, aki basah biasanya lebih murah dari pada aki kering.
Aki kering
Aki kering tidak menggunakan cairan elektrolit, melainkan menggunakan gel sebagai pengganti cairan untuk merendam sel-sel aki. Dengan begitu pengguna tidak harus mengecek kondisi aki, karena gel tidak mudah menguap seperti halnya cairan elektrolit dan dapat bertahan lama tanpa harus mengganti gel.
Bentuk dan desain body dari aki kering ini biasanya tidak tembus pandang, desain lebih simple, dan dimensinya kebanyakan sama dengan aki kering agar pas dengan tempat aki pada kendaraan. Aki kering biasa disebut dengan maintenance free battery karena minim perawatan, namun harus dibayar dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan aki basah.
Kesimpulan
Untuk anda yang sedang memilih aki, sesuaikan dengan dana yang anda miliki, jika mempunyai dana lebih sebaiknya memilih menggunakan aki kering, mahal sedikit namun anda tidak direpotkan dengan perawatan dan mengecekan ketinggian air aki.
Kalau soal usia pemakaian keduanya tidak berbeda jauh, biasanya antara 1,5 – 2 tahun kondisi aki (accu) masih baik. Perlu diingat daya tahan aki tergantung pada pemakaian.

Cara Kerja Relay Dan Fungsinya

 Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.
cara kerja relay

Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.
Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
Saat terminal 86 dialiri arus menuju 85 maka terjadi magnetisasi di kumparan dan menyebabkan tuas saklar disebelahnya terhubung menghubungkan 30 ke 87 menuju beban. 

catatn: 30 dan 87 bisa pemasangannya bisa bolak balik, begitu juga 86 dengan 85.
begitu sob, mudahkan?