Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan

Suara Mesin Satria FU Brisik

Pas dapet satria Fu seken tahun 2009 ada temen yang mencoba menjajal motor saya tersebut. "Bro kok mesinnya kasar ya, brisik. " hmmm... Bisa dibilang, hampir semua pengguna awal Satria FU pasti mengeluhkan soal bunyi bunyian di mesin ini. Seakan akan ini penyakit bawaan yang dijadikan bonus paketan dari Suzuki buat para pembeli FU, hehe. Keluhan satria FU bawaan lahir lah istilahnya.
Disaat mesin masih dingin -baru dinyalain- sering terdengar suara ‘tik-tik-tik’ dari dalam mesin. Tapi lama kelamaan atau kalau sudah dibawa jalan suaranya perlahan menghilang. Buat yg sudah terbiasa, bunyi ini mungkin tdk terlalu mengganggu dan dianggap wajar, tapi buat sebagian lain, biasanya akan takut terjadi kerusakan apabila bunyi berisik ini dibiarkan.
Dari banyak kasus, tersangka utama bunyi gemericik ini adalah pengatur ketegangan rantai keteng FU atau istilahnya Tensioner Adjuster milik FU yang – entah kenapa – seperti “lemah syahwat’, alias gampang lemes per nya, tidak mampu lagi menekan rante keteng secara maksimal, sehingga rantai keteng seperti kendur dan berisik, padahal motor masih terhitung baru keluar dealer.
Bagaimana solusinya keluhan satria fu yg satu ini? ya tentu saja tensioner adjuster-nya harus rajin dicek dan disetel ulang di bengkel langganan anda, misalnya pada saat servis rutin berkala.
Nah, diambil dari satria155.com

kalau ternyata per tensioner bawaan pabrik sudah tidak ‘maen’ lagi, FUers biasanya menempuh beberapa cara alternatif berikut ini:
  • Ganti daleman per tensioner nya dengan per aftermarket yang lebih keras, dulu ada yang jual dengan harga sekitar 50rb an. Tapi sekarang saya kurang tahu apakah masih ada yang jual atau tidak.
  • Mengganti tensioner FU dengan tensioner bawaan motor lain. Saya sendiri belum mencobanya, tapi dari penuturan mekanik langganan saya, adjuster tensioner Suzuki Thunder dapat dipasang plug n play di FU. Harga sekitar 60rb. Alternatif lain adalah tensioner Suzuki Smash dengan yg harga lebih murah, 35rb, tapi tensioner smash perlu sediki penyesuaian (dilas) dibatang penekannya yang kurang panjang.
  • Mengganti tensioner bawaan pabrik dengan tensioner manual. Kadang orang juga menyebutnya tensioner mati atau permanen, karena tidak lagi memakai per elastis yang bisa otomatis menyesuaikan tekanan rantai keteng. Opsi inilah yang dulu saya pilih di FU saya karena menurut saya alternative ini lebih efektif dan praktis. Untuk tensioner manual ini bisa dengan cara memodifikasi/merubah tensioner standar menjadi manual di tukang bubut. Biayanya cukup murah karena hanya bermodal baut ukuran 12 saja untuk pengganti tonjokan tensioner, dibuatkan lubang dan dratnya di tukang bubut. Bagi yang suka praktis dan gak mau repot, bisa juga membeli tensioner manual yang sudah jadi, lebih simpel dan rapi model nya, Harga berkisar Rp 70rb, misalnya di kaskus ada yg jual.

Posisi Accu Satria FU

Apakah sobat pinterotomotif sudah tau letak dan posisi baterai aka accu aka aki pada satria fu.. Pertama kali beli satria fu (seken) ane cek tu akinya, lha kok posisinya roboh ya. Apa ngga ngasal ni masangnya. apa ngga pengaruh ke kinerja accunya?

posisi accu satria fu

Owh ternyata accu yang dipake di satria fu memakai accu type kering yaitu accu yang sistemnya tertutup dan free maintenance atau bebas perawatan. Jadi ngga masalah biarpun pemasangannya posisi roboh. Tapi jangan coba coba kalo untuk accu basah ya sob, karena sebagian plat plat timahnya ngga kerendem cairan sehingga kinerja acu tidak maksimal.

posisi accu satria fu

Accu standar yang dipakai di satria FU yaitu GS type GTZ7S, dengan kapasitas 3,5 Ah.



Warna Kabel Sepeda Motor

Warna Kabel pada sepeda motor/mobil dibuat berbeda-beda sesuai alur yang telah ditentukan perusahaan pembuatnya. Tujuannya agar mudah saat pengecekan dan pemasangan dan untuk menghindari kesalahan pemasangan yang bisa berakibat fatal untuk jalur kelistrikan itu sendiri ataupun untuk komponen sepeda motor lainnya, bahkan bisa menyebabkan kebakaran.

Anehnya setiap pabrikan memiliki kode warna yang berbeada dengan pabrikan laiinya. Bagi para mekanik ataupun yang hobby oprek motor tentu akan menyulitkan . Untuk itu pinterotomotif akan membagikan kode warna perkabelan tiap pabrikan kepada elo elo semua pecinta otomotif... cekibroott..

  • Yamaha
Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem
Pink : (+) Klakson
Biru-hitam : (+) Lampu kota (tail)
Hitam-putih : (+) kontak motor

  • Honda
Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem
  • Suzuki
Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri
  • Kawasaki
Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson